Kamis, September 15, 2011

Tentang Seorang Kawan


Gue skip dulu part 2 postingan sebelumnya. Akan gue post besok

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Siang ini, sebuah kabar dari SMS dari seorang sahabat kecil saya:

"Bro,Vina meninggal dunia siang tadi. Kecelakaan, doain yang terbaik untuk dia"

Berita itu, seketika membuat jantung saya serasa jatuh dari dada. Selama beberapa saat, saya tercenung tak percaya. Saya rebahkan punggung pada sandaran kursi, pikiran saya tidak lagi fokus pada hal yang sedang saya kerjakan.

Buat saya, dia adalah sosok spesial yang selalu mewarnai hidup saya. Seorang kawan, karib, sahabat, seorang yang saya kenal baik sebagai pribadi yang menyenangkan, mudah bergaul dan setia kawan. Saya masih ingat ketika mengalami kesusahan ketika dihadapkan pada deadline penulisan naskah Muka Marketplace Boy (MMB), saya telepon dia jam 1 malam.

Jika saya menelepon orang lain, mungkin telepon saya akan diacuhkan begitu saja atau mungkin beberapa mengangkat kemudian memaki keras kepada saya. Vina beda, saya tahu dari suaranya ketika dia mengangkat telepon, jelas terdengar suara parau bangun tidur. Namun, dia masih sempat-sempatnya tertawa dan kami sempat berbincang barang setengah jam. Lalu ketika percakapan kami berakhir, sebuah text message dari Vina datang ke ponsel saya :

Jangan nyerah. Cepet tidur, Kampret!!

from : *sahabat selamanya*

Kampret adalah kata-kata yang biasa dia ucapkan ketika memanggil saya, dan itu adalah kata makian yang sering saya ucapkan sampai sekarang. Satu hal yang selalu saya ingat dari dia adalah gaya khasnya. Setiap kali saya atau teman sedang dalam kesusahan atau mood yang kurang bagus, dia akan datang lalu meninju masing-masing bahu kami, kemudian dengan gaya metalnya dia kepalkan kedua tangannya didepan muka kami, sambil berkata

"Ayo, Bencong!!".

Kami tidak pernah tersinggung, kami tahu itu adalah cara dia untuk memberi semangat dan segera menyudahi kesedihan kami.

Dia selalu seperti itu. Dia sosok yang sangat saya hormati dan sejujurnya buku MMB bisa terbit pun adalah berkat dia. Dia yang meyakinkan saya untuk terus berusaha, dia yang siang-siang bela-belain datang ke kos saya, mengantarkan 2 buah lunpia untuk makan siang. Yah, walaupun saat itu cowok dia sempat cemburu karena tiba-tiba lebih perhatian ke saya dibanding cowoknya sendiri.

Saya menyanginya sebagai seorang sahabat. Saya menuliskan namanya di ucapan terima kasih di Kata Pengantar buku MMB dan sebuah kisah tentang kami di Bab : Cowok Yang Mukanya Pasaran Itu...

Saya sempat memberikan 1 buku MMB kepadanya beserta cap tangan. Yah, cap tangan : 5 jari dan telapak kanan saya utuh pada halaman pertama. Karena untuk seorang sahabat spesial harus ada 1 hal spesial yang harus saya berikan untuknya.

"Aku simpan. Sampai mati.", katanya sambil meninju pundak saya. Lalu kami tertawa.

Sekarang, kami tak bisa lagi tertawa bersama.

Lepas dari lamunan saya tentang Vina, saya bangkit dari tempat duduk, menegakkan punggung. Saya pencet tuts Blackberry, mengirimkan pesan singkat ke sebuah nomer ponsel:

"Vin, setengah percaya kamu pergi. I'll be missing you".


Pedihnya, saya tahu SMS itu tak akan pernah lagi dibalas oleh pemilik nomernya.


Rest In Peace, Vina

Ya, kita memang sahabat selamanya.......



8 komentar:

FUN and SWEET girl mengatakan...

mhahahahahhaha lucu lucu
*sesungguhnya gw ga baca semuanya mas*
mhehehehe *kabor*

annisarawrr mengatakan...

Innalillahi...
Meninggalnya karena apa bang??

Arif mengatakan...

Saya terharu...!

tyogaptek mengatakan...

gue masih punya bukunya, cetakan pertama..Entah di sudut mana buku itu berada dalam lemari gue, bercampur sama buku2 temen2 blog 'seangkatan' elo yang lagii booming. Satu bab itu gue masih inget, walaupun gue ga pernah baca lagi. Yang jelas, bab itu berasa banget pas orang yang kita sayang udah ga ada. Buku dan tulisan emang paling ampuh, buat jadi senjata di saat buku itu diterbitkan, dan album kenangan di masa lalu

no limit adventure mengatakan...

salam kenal :)
sukses selalu :)

artie a. p mengatakan...

salam kenal mas, , saya baru baca MMB, , selain itu saya orang Salatiga juga, tetep semangat!! :D

Administrator mengatakan...

innalilahi wainnailaihi rojiuun
turut berduka ya mas
(telat) <---- T_T

Vicky Meiva mengatakan...

semoga di terima di sisinya