Minggu, September 11, 2011

Pada Suatu Hari Ketika Galau (part 1)


Secara sadar, gue mengakui blog ini terlantar. Rendra, temen blogger, bilang blog gue udah karatan. Iya memang, ibarat karat, ditumbuhi lumut. Saking lamanya, ada lumut yang udah berevolusi jadi pohon beringin. Pas gue lihat lagi, ada yang nempelin poster kampanye walikota Bekasi pula.

Blog macam apa ini !?

Banyak yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya sejak gue pindah kerja ke kantor lain. So far, gue masih belum bisa menikmati kerjaan ini. Alasannya, kerjaan baru ini beda dengan kerjaan gue yang lama. Selain itu, kerjaan ini beda dengan ilmu yang pernah gue dapat selama di kampus dulu. Intinya, sekarang gue kayak alien nyasar ke pasar. Bingung.

Sekarang, gue kerja di kantor audit, sebagai seorang auditor. Beda jauh dengan kerjaan gue dulu sebagai banker. Untuk jadi auditor ini susahnya bukan main. Sebelum mengaudit, gue harus dapat sertifikasi auditor dulu dan berita buruknya adalah untuk dapat sertifikasi itu, gue harus training selama 5.5 bulan. Lebih buruknya lagi, selama 5.5 bulan itu, hampir tiap minggu gue diharuskan ujian. Yang paling buruk, semua ujian harus lulus atau gue ga bakal dapat tugas mengaudit. Yang artinya, seandainya ga lulus jabatan gue mungkin diturunkan jadi pengelap mesin ketik. Yang paling buruk dari semuanya, gue ga sadar Marshanda ternyata udah nikah *meres lap pel bekas air mata.

Kita skip cerita soal kerjaan ini. Nanti akan dijelaskan di buku gue berikutnya . Eh? (Amin)
............................................



Seberapa sering kalian merasakan jatuh cinta?
Menurut sebuah majalah wanita yang pernah gue baca ketika nungguin nyokap di salon, (dan tanpa sadar ikutan pake lipstik) orang dengan zodiak sama seperti gue, adalah orang yang mudah jatuh cinta. Tokoh terkenal macam Justin Timberlake, Nick Carter, John Travolta adalah beberapa dari sekian banyak yang lahir dibawah horoskop Aquarius. Kalau kalian cermati, tokoh yang gue tulis semua berawajah tampan, ga jauh beda sama gue, bedanya mereka jadi artis film, gue jadi artis kantin (sayup2 terdengar 20 orang teriak-teriak pesen ayam goreng ke gue -panik!! ).

Man, gue bukanlah orang yang percaya pada ramalan horoskop atau tukang ramal sirkus keliling yang dibayar limaribu perak buat mamerin gigi itemnya, lalu dengan suara seolah-olah dibuat gemetaran "Nak, umur kamu tak panjang lagi, kalau kau mau umurmu lebih panjang, tambahin goceng, saya ganti ramalannya". Ga, gue percaya hidup ini misteri, tidak bisa ditebak dan penuh kejutan. Termasuk soal cinta?

Seperti yang gue bilang tadi, beberapa majalah remaja (dan para abege labil pembaca setianya yang beli cuma biar dibilang gaul) mempercayai secara serta merta kebenaran cerita tersebut. Gue bukan orang yang mudah jatuh cinta. Ga percaya? Selama hidup, gue baru pacaran selama 2 kali ....
eh, 3 kali ........
Anjrit ....
4 kali !!..........
Oke, ga penting! Intinya gue bukan cowok gampangan.

Banyak hal yang menyebabkan orang jatuh cinta. Misalnya : wajah yang rupawan, tubuh yang proporsional, kecerdasan, humoris, atau mungkin karena kalian berdua terjebak dalam gua selama 5000 tahun, sehingga mau ga mau kalian pacaran daripada salah satunya keduluan jatuh cinta sama landak gua.

Kalau gue? Gue merasa jatuh cinta ketika berada di dekatnya membuat waktu berjalan cepat seakan 24 jam itu berlalu seperti 5 detik. Bersama dirinya seperti berada di perapian Dewi Hestia, Sang Dewi Perapian, hangat, nyaman, ada bara yang selalu menjagamu dari kedinginan. Bersama dia, matahari hanya bintik kuning, sedangkan dia adalah lentera surga. Bersama dia, masuk angin berarti ada yang ngerokin. Eh?

Ketika merasakan seperti itu, gue jatuh cinta.

Untungnya, selama ini gue tidak pernah merasakan seperti itu pada seorang cowok.

Yah, seperti yang gue bilang, gue bukan orang yang mudah jatuh cinta. Dengan kriteria sepanjang beberapa baris tadi, sulit untuk menemukan pasangan yang tepat. Meskipun bacaan gue roman picisan penuh kata rayuan, sulit untuk membuka sebuah percakapan romantis dan berlaku layaknya seorang gentleman. Gue bukan Romeo yang bersedia memanjat tembok dan bersenjatakan puisi untuk mendapatkan cinta. Gue juga bukan Rangga yang dengan melempar pensil di perpustakaan saja bisa dapat cewek secantik Cinta. Gue juga bukan Tuxedo Bertopeng yang romantis banget sampai rela gigitin mawar berduri untuk dapetin Sailormoon. Gue juga bukan Conan Barbarian yang bisa nelen kentang panas sekali telan.

Gue bukan mereka, dan hati ini memang pemilih.

Deskripsi cinta mungkin dijabarkan terlalu luas di hati gue. Begitu banyak harapan yang simpan dalam hati terhadap cinta, ketika sekali saja gagal, harapan itu musnah. Kemudian hanya meninggalkan hati yang kosong seolah kepompong tanpa isi. Seperti roti sandwich tanpa daging, mau kau gigit sampai seratus kalipun hanya roti gandum biasa. Hambar.

Dalam sebulan ini, beberapa orang disekitar gue mengalami banyak hal tentang cinta. Beberapa jatuh cinta kemudian jadian, beberapa jatuh cinta kemudian bertepuk sebelah tangan, beberapa jatuh cinta bertepuk sebelah tangan, kemudian delusional dan memutuskan memacari tangan kanannya.

Beberapa jatuh cinta, tak diungkap, lalu beralih jadi penguntit yang selalu up to date info soal si doi "eh, tau ga, mamanya dia ternyata mamaku lho....". Mampus.

Beberapa patah hati, sebagian menerima dengan hati besar, sebagian lain tenggelam dalam kefanaan seakan dunia mereka gelap, lalu terjebak dalam kegilaan semu. Menulis status galau di jejaring sosial, curhat kepada teman baik "jangan bilang siapa-siapa, gue putus dari si A" dan kemudian besoknya dia cerita ke 100 orang dengan kata-kata yang serupa.

Dunia itu luas jika kalian mengetahuinya. Cinta mungkin bisa ditemukan di kolong meja ketika dahi kalian tidak sengaja terbentur satu sama lain ketika mengambil sebuah pulpen, atau secara klasik cinta mungkin terjadi ketika kamu salah masuk kamar mandi wanita, dan seluruh wanita disana menuduhmu mesum, sementara ada 1 wanita yang membelamu mati-matian "Tidak. Dia cuma mengira kamar mandi wanita ini warnet. Ya kan?" Lalu kamu cengo, dan setelah digebukin, kamu jatuh cinta.

Cinta itu misterius bukan?

Sisanya kita teruskan di next post yah........

Tunggu lanjutannya.....

(part 1 berakhir disini)


7 komentar:

Anonim mengatakan...

ga sengaja liat link ini di news feed Fb
mas aca kabarmu piyeee saiki? :p
eh btw tumben lho mas aca posting topik serius bin galau hahaha...
suka sm kata2 gue bukan mereka dan hati ini memang pemilih,,itu so jleeeb banget *halah
ditunggu tulisan lanjutannya mase :p

Rosyida Paramitha's blog mengatakan...

kadang aku juga galau, tapi sering mendem kegalauan itu sendiri demi menjaga sebuah privasi seseorang... lebih baik di pendem dalem hati atau gimana sih ? *bingung*

1001kiat - 1001 Tips - 1001 Info mengatakan...

Galau adalah perasaan yang wajar, namun jangan biarkan diri kita lama dalam kegalauan. GALAU harus diHALAU, pergi jauh agar tak mengganggu motivasi meraih impian.

BLOG SERIBU SATU KIAT SERIBU SATU TIPS mengatakan...

Kunjungi Blog 1001kiat. Banyak info yang mungkin berguna untuk kita semua. Semoga bermanfaat. Thanks.

Anonim mengatakan...

hiii aca...telat pake banget de baca blog kamu..hihi...
Lucu juga y ternyata kau...tak kusangka d balik topeng pelajar alim..anggota osis dan BPMFe ato apalah jaman skul dulu..but you rock man alahhh gaya slh satu mantan juri indonesian idol bgt lah...
Gmn ni val day..masihkah jd fakir cokelat..hehe..
Miss u bro...

Adhe Alfian Prasetya mengatakan...

hhahaha, mas aca kpn buku barunya keluar mas?

ardes hidayat mengatakan...

kalau galau jangan risau pakai kartu AS,,,,,,
#plakkkk
@ngitung2 promosi,,,,,,,