Senin, Januari 28, 2013

Inisial RA, Narkoba, dan My Little John

Hari ini, hampir seluruh media membahas kasus narkoba yang menyeret artis-artis terkenal di headline media mereka. Berita di media online tidak kalah heboh, hampir setiap 1 jam selalu ada update terbaru tentang kasus tersebut. Saya tentu mengikutinya. Saya sendiri hampir ga percaya artis dengan inisia RA itu terlibat narkoba. Saya pikir kasus odipus complex tempo hari sudah cukup bikin heboh, eh ternyata berita ini lebih heboh lagi. Hal itu pula yang membuat fokus tontonan saya pada hari ini adalah acara gosip. 

Kemarin, media hanya membeberkan fakta-fakta yang terkait penggrebekan : lokasi, jumlah orang yang diamankan, barang bukti, dll. Hari ini, entah kenapa berita narkoba si RA tiba-tiba berubah topik menjadi si RA itu pedekate dengan WH. Ternyata si RA masih saja odipus complex.  
Saya ga akan heran jika 2 tahun lagi ada berita si RA jatuh cinta sama Mpok Nori. Hal yang wajar mengingat track record di masa lalunya.

Saya tidak pernah memakai narkoba. 


 ilustrasi : efek penggunaan obat2an terlarang
gambar diambil dari sini

Seumur hidup, saya cuma pernah teler sekali, itu juga gara-gara obat bius kebanyakan waktu disunat (okey, ga elit). Dokter yang menyunat saya waktu itu berpakaian serba putih. Dia memakai masker hijau dan sarung tangan putih. Di tangannya, masing-masing memegang suntikan dan penjepit. Selain dokter dan saya, diruangan tersebut ada Papa dan Oom yang ikut menemani. Saya terbaring di kasur bersprei putih. Deg-degan dan separuh bugil.

"Aca, disuntik dulu biar ga sakit ya?", Dokter bertanya dengan sok manis
"I....i...iya dok. Papa, doain aku moga-moga ga mati disini."
Efek dari ketakutan menimbulkan perasaan ga nyaman. Suntikan pertama, terasa sangat menyakitkan. 
Setelah disuntik, Dokter mencubit My Little John dengan pinset.
"Sakit?"
"AAAAAU!!"
"Okey, suntik sekali lagi ya?"
Kemudian, dokter menyuntik saya 3 kali lagi karena saya masih merasakan sakit. Ya, 3 kali. Setelah itu kepala saya sedikit pusing. Saya ga bisa merasakan keberadaan My Little John. Bahkan ketika gunting memotong daging dan jarum menembus kulit, saya sama sekali tidak merasakan apa-apa. Saya meninggalkan ruangan dengan My Little John sudah diperban dan bahkan ukurannya 2 kali lipat dari normal. 

"Busyet! Gede banget cing!", pikir saya waktu itu. FYI, kata "Cing" dan "Coy" waktu itu masih tren.

Malamnya, bius habis dan malam itu pula saya maki-maki dokternya karena anjrit-sakit-banget-bego. Ya, kira-kira begitu singkatnya.

Keluarga saya selalu mengingatkan betapa bahayanya narkoba. Sekali pakai narkoba bisa bikin ketagihan. Kalau udah ketagihan, maka bagaimanapun caranya harus bisa dapat barangnya meskipun harus jual barang-barang di rumah atau bahkan mencuri dan merampok. Efek yang luar biasa. 
Beberapa makalah tentang narkoba menjelaskan efek narkoba terhadap perubahan prilaku secara ekstrem. Beberapa mempunyai kecenderungan berperilaku kasar dan perubahan emosi secara mendadak. Bayangkan jika kalian menjadi pecandu narkoba. Ketika kalian sedang nonton film komedi, ketika semua penonton tertawa tetapi kalian malah menangis. Atau ketika sedang upacara pemakaman, ketika yang lain berduka kalian malah teriak2 nyanyi lagu Stasiun Balapan-nya Didi Kempot.

Perubahan emosi, mungkin bisa terjadi ketika kalian sedang kebelet boker, tapi karena kalian pecandu narkoba, yang mungkin terasa oleh kalian adalah perasaan kenyang. Lalu kalian boker dicelana, tapi yang dipikiran kalian "Oh, celanaku sesak. Aku gemuk. Eh, kok ngrembes ya? Ah, mungkin ujan".

Bahaya sekali kawan

Narkoba memang sepatutnya diajuhi, bukan didekati. Ketika kalian sedang down, ditolak, patah hati, jomblo perak (25 tahun jomblo), atau mengalami kebotakan diusia muda, jangan serahkan hidup kalian pada Narkoba. Semua hal tersebut masih bisa diperjuangkan. Narkoba bukan jalan keluar. Narkoba itu jalan buntu. 

Ralat. 

Narkoba itu ibarat jurang yang dalam dan gelap.

Didalamnya tidak ada kebahagiaan, hanya penderitaan. 


Tidak ada komentar: