Minggu, April 24, 2011

dia : yang terabaikan

Hatinya dingin
Senyum seulaspun tidak dari wajahnya
Pada siluet malam, laksana pohon beringin
Besar,kuat, sendirian dalam badai

Tak sekuat itu
Badannya gemeretak hebat
Tangannya dikepal erat
Wajahnya mengeras

Bukan kedinginan
Itu wajah dendam

Matanya hitam,jiwanya pun
Langkahnya terseok,
Tangannya menggapai hampa
Kakinya menyeret iba

Dia, yang terbuang
Dari kelompoknya, dari semestanya
Dia, yang tak diakui
Demi semua nama dan dia yang terlarang

Roda-roda waktu menggilas kejam
Dia berbapa dan beribu
Dalam kata,bukan dalam kasih
Dalam lisan, bukan dalam hati

Lalu apa arti nafasnya
Jika satu tarikanpun,
Entah manusia mana yg peduli

Lalu, iblis mendengarnya
Bicara, raih tanganku, kau berkuasa

Pada suatu waktu,
Angin membawa kabar duka
Dan hujan mengguyur seluruh kebahagiaan

Bersumpahlah dia pada iblis

aku pendendam,
hidup dari bara api kebencian,
aku abadi dalam hitam,
dalam pekat,
dalam hati dengki manusia

Aku sang pemarah,
hidup dari jiwa yg resah,
aku abadi dalam dosa,
dalam laju darahmu
yang senantiasa mengelegak oleh nafsu

aku pendosa,
darahku adalah sel-sel kemunafikan
dan jantungku adalah angkara murka

Dia, yang tak punya lagi rumah untuk kembali

2 komentar:

AceKiller mengatakan...

wuahaha kocak buku yg judulnya muka marketplace boy!!

L mengatakan...

bang, dha buku baru ngga,,,???
saia tunggu ia,,,,,