Minggu, Juni 16, 2013

Mendung Tiga Belas Tahun Kemarin

mendung bikin aku inget kamu. waktu mendung tiga belas tahun lalu, kamu lagi duduk nunggu angkot. aku juga. kamu angkot nomor 7, aku nomor 2.

5 menit kemudian, hujan tiba. kamu bingung mau berteduh. aku bawa payung. mamaku yg maksa, padahal kan jd kurang macho. aku samperin kamu. berteduh sama aku, kataku waktu itu. kamu malu. aku tawarin sampai 5 kali, baru kamu mau.

kamu lucu. wangi bunga. berpayung berdua sama kamu, aku senang sekali. kamu cerita payung kamu ketinggalan di kelas. lalu kamu baru ingat, ternyata dompet kamu juga. kamu pinjam uang aku dua ribu. aku ketawa, kamu tersipu. lalu angkot nomor 7 tiba.

kamu bilang, besok uangnya akan kamu kembalikan. aku bilang tidak usah. ganti saja dengan coklat, kataku. kamu cuma tertawa. angkot nomor 7 pun berlalu. dibawah payung cuma ada aku dan bekas wangi kamu.

angkot nomor 2 kemudian tiba. ketika angkot mulai menepi, aku baru ingat dua ribu adalah uang terakhirku. aku pinjamkan ke kamu.

ah, apa mau dikata. aku pulang jalan kaki


diketik dari hape android disebuah hotel yang ga ada channel SCTVnya